A.
Pendahuluan
Keberadaan
manusia di dunia ini tidak ada yang luput dari keanggotaan suatu organisasi.
Organisasi merupakan sebuah wadah dimana orang berinteraksi untuk mencapai
tujuan bersama. Pemahaman organisasi ini menunjukkan bahwa dimanapun dan
kapanpun manusia berada maka disitu muncul organisasi. Organisasi dapat
diidentifikasi sebagai keluarga, rukun tetangga, rukun warga, kelurahan,
kecamatan, sekolah dan sebagainya. Kemestian manusia saat ini berada dalam
suatu organisasi ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif
dan efisien, bukan semata – mata suatu kondisi yang kebetulan.
B.
Pembahasan
a.
Pengertian Organisasi
Kata organisasi
berasal dari bahasa inggris organization yang bentuk infinitivnya adalah to
organize. Kata tersebut berasal dari kata yunani organen yang berarti sebagian
atau susunan, kata to organize artinya menyusun atau mengatur bagian – bagian
satu sama lain yang tiap bagiannya mempunyai fungsi tersendiri sesuai dengan
kapasitasnya. Kata organisasi juga berasal dari bahasa yunani Organon dan
istilah latin organum yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. organisasi
adalah struktur antarhubungan pribadi yang berdasar atas dasar wewenang formal
dan kebiasaan dalam suatu system administrasi. John R. Scermerhorn dalam
moekijat mendefinisikan organisasi terdapat susunan orang yang diberi tugas dan
wewenang yang berbeda – beda, yang disebut dengan struktur organisasi. Garis
hirarkisnya menunjukan jabatan, tugas dan wewenang masing – masing, tetapi
dalam pelaksanaan program organisasi selalu ada hubungan fungsional organic.[1]
Sehubungan
dengan keluasan cakupan organisasi ,siagian (1982) merumuskan bahwa organisasi
pada hakekatnya adalah sebagai wadah dan proses. Sebagai wadah, organisasi
adalah wahana yang didalamnya diselenggarakan administrasi atau managemen.
Sebagai proses organisasi menekankan adanya interaksi dinamis antara orang –
orang yang terdapat di dalamnya. Schemerhorn, Hunt dan Osborn ( 1985 )
menjelaskan bahwa organisasi adalah gabungan orang – orang yang bekerja sama
berdasarkan pembagian tugas untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi
diperlukan karena setiap orang memiliki keterbatasan fisik dan mental. [2]
Dari
pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami bahwa organisasi merupakan system
yang sinergis atau integral, yang di dalamnya terdapat subsistem dan komponen
komponen yang relationship atau saling berhubungan erat. Setiap hubungan yang
terjadi merupakan mutual understanding dan team works di antara
subsistem yang ada, sehingga terdapat saling independensi yang kuat secara
internal dan hubungan yang terpadu secara eksternal.
Lembaga
pendidikan adalah organisasi yang didalamnya terhimpun bagian – bagian dan
subbagian yang saling berhubungan. Setiap unit kerja yang terdapat dalam
lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan.
Misalnya, kepala sekolah berhubungan dengan para guru. Bagian kepegawaian
berhubungan dengan kenaikan pangkat dan jabatan para pekerja, dan sebagainya. [3]
b.
Prinsip – Prinsip Organisasi
Menurut Prajudi Atmosudirodjo, ada
sebelas prinsip organisasi, yaitu sebagai berikut :
c.
Aspek – Aspek Organisasi
Aspek- aspek dalam organisasi adalah
komponen-komponen yang harus ada dalam suatu organisasi keberadaan komponen ini
sebagai pilar dari suatu organisasi. Artinya jika salah satu komponen
organisasi tidak berfungsi, maka organisasi akan berjalan pincang atau sama
sekali tidak berjalan. Dalam pandangan system organisasi mengalami entrophy,
yaitu kondisi dimana organisasi dikategorikan hancur.
Mengungkapkan bahwa organisasi
setidaknya harus memiliki empat komponen utama yaitu : mission ( misi ),
goals ( tujuan – tujuan) ,objectives ( sasaran – sasaran), dan
behavior ( perilaku ). Keempat komponen ini digambarkan sebagai
berikut:[4]
d.
Bentuk – Bentuk Organisasi
Dilihat dari pola-pola hubungan
kerja, wewenang, dan tanggung jawab para anggota organisasi, organisasi dapat
dibedakan menurut bentuknya, yaitu sebagai berikut :
a)
Organisasi Garis ( Line Organization )
Organisasi garis adalah suatu bentuk
organisasi yang memandang dan menerapkan sumber wewenang tunggal. Segala
keputusan/kebijaksanaan dan tanggung jawab berada pada satu tangan, yaitu
berada pada kepala eksekutif. Dalam organisasi garis,bawahan hanya mengenal
satu pimpinan dan menerapkan system satu komando dan kekuasaan absolute pada
pimpinan pusat. Pimpinan organisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada
bawahannya.
b)
Organisasi staf
Organisasi yang hanya mempunyai
hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan, baik
berupa pikiran maupun bantuan yang lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam
mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke
bawah/ke daerah-daerah.
c)
Organisasi Lini dan Staf
Organisasi lini dan staf diciptakan
oleh Harrington Emerson. Organisasi system garis dan staf diterapkan dalam
organisasi yang besar dan memiliki jumlah staf yang banyak. Staf yang
dimaksudkan adalah orang yang memiliki keahlian tertentu yang bertugas member
saran atau nasehat dalam bidangnya masing – masing kepada pejabat pimpinan di
dalam organisasi tersebut.
d)
Bentuk Fungsional
Organisasi fungsional pertama kali
diciptakan oleh Taylor. Ciri penting dari organisasi fungsional adalah pimpinan
yang tidak memiliki bawahan yang “ jelas”. Setiap atasan dapat melakukan
intruksi kepada semua bawahan sepanjang sesuai wewenang dan tanggung jawabnya
dan yang paling penting masih berada di bawah naungan organisasi yang
dimaksudkan.
e)
Bentuk Panitia ( Committee )
Yaitu : Organisasi yang bersifat
khusus dibentuk dalam melaksanakan kegiatan tertentu.[5]
e.
Sifat – Sifat Organisasi
a)
Organisasi Formal
Cirri – cirri organisasi yang
sifatnya formal, adalah sebagai berikut ;
Ø Seluruh anggota
organisasi diikat oleh suatu persyaratan formal sebagai bukti keanggotaannya
Ø Kedudukan,
jabatan, dan pangkat yang terdapat dalam organisasi dibuat secara hierarkis dan
pyramidal yang menunjukkan tugas, kedudukan, tanggung jawab, dan wewenang yang
berbeda – beda.
Ø Setiap anggota
yang memiliki jabatan tertentu secara otomatis memiliki wewenang dan tanggung
jawab yang membawahi jabatan anggota di bawahnya.
Ø Hak dan
kewajiban melekat sepenuhnya pada anggota organisasi sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawabnya.
Ø Pelaksanaan
kegiatan diatur menurut jabatannya masing – masing.
Ø Seluruh
kegiatan direncanakan secara musyawarah mufakat dengan mengacu pada tujuan yang
telah ditetapkan.
Ø Hubungan kerja
sama dilakukan menurut tingkatan jabatan structural yang jelas yang
berimplikasi secara langsung pada perbedaan penggajian dan tunjangan masing –
masing anggota organisasi.
Ø Adanya anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga yang merupakan system kinerja organisasi.
b)
Organisasi Informal
Walaupun sulit mengidentifikasi
keberadaannya secara kasat mata, namun keberadaan organisasi informal ini dapat
dilihat dari tiga karakteristik, yaitu norma perilaku, tekanan untuk menyesuaikan
diri, dan kepemimpinan informal. Norma perilaku dalam standar perilaku yang
diharapkan menjadi perilaku bersama yang ditetapkan oleh kelompok ( orang –
orang dalam organisasi ) dalam sebuah kesepakatan social, sehingga sangsinya pun sangsi social. Kepemimpinan
informal dalam organisasi informal menjadi salah satu komponen yang kuat
mempengaruhi orang – orang di dalam organisasi, bahkan memungkinkan melebihi
pengaruh pemimpin organisasi formal.
f.
Struktur Organisasi Dalam Pendidikan
Menurut E.Kast
dan James ( 1974 ) struktur diartikan sebagai pola hubungan komponen atau
bagian suatu organisasi. Struktur merupakan system formal hubungan kerja yang
membagi dan mengkoordinasikan tugas orang dan kelompok agar tercapai tujuan.
Pada struktur organisasi tergambar posisi kerja, pembagian kerja, jenis kerja
yang harus dilakukan, hubungan atasan dan bawahan, kelompok, komponen atau
bagian, tingkat managemen dan saluran komunikasi. Suatu struktur organisasi
menspesifikasi pembagian kegiatan kerja
dan menunjukan bagaimana fungsi atau kegiatan kerja dan menunjukkan kegiatan
yang berbeda. Menurut Stoner ( 1986 ) struktur organisasi dibangun oleh lima
unsure yaitu :
a.
Spesialisasi aktivitas
b.
Standarisasi aktivitas
c.
Koordinasi aktivitas
d.
Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan
e.
Ukuran unit kerja[6]
Sedangkan struktur organisasi menurut The Liang Gie dalam bukunya
Musyfirotun Yusuf, menerangkan sebagai berikut :
·
Besarnya organisasi yang bersangkutan, pembagian isi dalam satuan
organisasi
·
Saluran – saluran perintah dan tanggung jawab dari pucuk pimpinan
sampai ke bawah, dan hubungan – hubungan yang ada diantara saluran – saluran
organisasi
·
Perincian dan batas – batas tugas setiap satuan organisasi
·
Jabatan – jabatan yang terdapat pada organisasi tersebut dan bila
perlu berikut nama pejabatnya masing –
masing beserta pangkat dan potretnya.[7]
Contoh struktur organisasi salah satu SMP/SMA pendidikan nasional dapat dilihat berikut ini
:
g.
Prinsip – Prinsip Pengorganisasian
Pengorganisasian
di maksudkan agar masing – masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang
dan tanggung jawabnya, namun mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk
bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di antara prinsip – prinsip
pengorganisasian adalah sebagai berikut :
a)
Masing – masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup
menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit
diarahkan ke tujuan bersama tersebut.
b)
Struktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur
hubungan Nampak jelas
c)
Pembuatan struktur organisasi harus menggambarkan adanya satu
perintah.
d)
Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus di atur
sedemikian pas sehingga tidak ada unit yang tanpa tugas.
C.
Penutup
Organisasi
adalah suatu system interaksi antar orang yang ditujukan untuk mencapai tujuan
organisasi, dimana system tersebut memberikan arahan perilaku bagi anggota
organisasi. Pandangan organisasi saat ini tidak lagi sebagai mesin birokrasi,
tetapi sebagai system social. Sekolah sebagai suatu organisasi juga dipandang
sebagai system social yang terbuka terhadap lingkungan organisasi. Hal terakhir
dalam makalah ini kami menyimpulkan bahwa organisasi dalam pendidikan bertujuan
untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien dengan dibuatnya
struktur organisasi, pembagian tugas, dan lain – lain.
Daftar Pustaka
Hikmat, 2009. Managemen Pendidikan. Bandung : Pustaka
Setia
Yusuf,
Musyfirotun. 2008. Managemen Pendidikan, Pekalongan : STAIN PRESS
Fattah, Nanang. 2004. Landasan Managemen Pendidikan.
Bandung : PT Remaja Rosydakarya
S, Sudjana. 2004. Managemen
Program Pendidikan. Bandung : Falah Production
Arikunto, Suharsimi. 1993. Organisasi dan Administrasi Pendidikan
Teknologi dan Kejuruan,
Jakarta : Raja Grafindo Persanda, 1993
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2011. Managemen
Pendidikan, Bandung : Alfabeta
MAKALAH
Organisasi Dan Struktur Dalam Pendidikan
Disusun untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Managemen Pendidikan
Dosen Pengampu : Labib
Sajawandi M. Pd
![]() |
Disusun Oleh :
|
Eka Nur Khasanah
Puji Ayu M.A
|
202 109 143
202 109 405
|
||
|
Laela Rizqi
Muh.Imam Hizrian
Nur Alfiah Salma
Muhammad Hadiyan
|
202 109 100
202 109 112
202 109 117
232 108 325
232 108 311
|
[1]Hikmat, Managemen Pendidikan, (Bandung : Pustaka Setia, 2009),h.
177
[2] Sudjana S. Managemen Program Pendidikan. ( Bandung : Falah
Production, 2004), h.113
[3] Opcit. Hal 178
[4] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Managemen Pendidikan,
Bandung : Alfabeta, 2011, h.70
[5] Hikmat hal. 183-187
[6] Nanang Fattah, Landasan Managemen Pendidikan, Bandung : PT Remaja
Rosydakarya Bandung, 2004, h.73
[7] Musyfirotun Yusuf, Managemen Pendidikan, Pekalongan : STAIN PRESS,
2008, h.45-46

Tidak ada komentar:
Posting Komentar