Minggu, 20 Mei 2012

Organisasi Dan Struktur Dalam Pendidikan


A.    Pendahuluan
Keberadaan manusia di dunia ini tidak ada yang luput dari keanggotaan suatu organisasi. Organisasi merupakan sebuah wadah dimana orang berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Pemahaman organisasi ini menunjukkan bahwa dimanapun dan kapanpun manusia berada maka disitu muncul organisasi. Organisasi dapat diidentifikasi sebagai keluarga, rukun tetangga, rukun warga, kelurahan, kecamatan, sekolah dan sebagainya. Kemestian manusia saat ini berada dalam suatu organisasi ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif dan efisien, bukan semata – mata suatu kondisi yang kebetulan.















B.    Pembahasan
a.      Pengertian Organisasi
Kata organisasi berasal dari bahasa inggris organization yang bentuk infinitivnya adalah to organize. Kata tersebut berasal dari kata yunani organen yang berarti sebagian atau susunan, kata to organize artinya menyusun atau mengatur bagian – bagian satu sama lain yang tiap bagiannya mempunyai fungsi tersendiri sesuai dengan kapasitasnya. Kata organisasi juga berasal dari bahasa yunani Organon dan istilah latin organum yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. organisasi adalah struktur antarhubungan pribadi yang berdasar atas dasar wewenang formal dan kebiasaan dalam suatu system administrasi. John R. Scermerhorn dalam moekijat mendefinisikan organisasi terdapat susunan orang yang diberi tugas dan wewenang yang berbeda – beda, yang disebut dengan struktur organisasi. Garis hirarkisnya menunjukan jabatan, tugas dan wewenang masing – masing, tetapi dalam pelaksanaan program organisasi selalu ada hubungan fungsional organic.[1]
Sehubungan dengan keluasan cakupan organisasi ,siagian (1982) merumuskan bahwa organisasi pada hakekatnya adalah sebagai wadah dan proses. Sebagai wadah, organisasi adalah wahana yang didalamnya diselenggarakan administrasi atau managemen. Sebagai proses organisasi menekankan adanya interaksi dinamis antara orang – orang yang terdapat di dalamnya. Schemerhorn, Hunt dan Osborn ( 1985 ) menjelaskan bahwa organisasi adalah gabungan orang – orang yang bekerja sama berdasarkan pembagian tugas untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi diperlukan karena setiap orang memiliki keterbatasan fisik dan mental. [2]
Dari pengertian-pengertian di atas, dapat dipahami bahwa organisasi merupakan system yang sinergis atau integral, yang di dalamnya terdapat subsistem dan komponen komponen yang relationship atau saling berhubungan erat. Setiap hubungan yang terjadi merupakan mutual understanding dan team works di antara subsistem yang ada, sehingga terdapat saling independensi yang kuat secara internal dan hubungan yang terpadu secara eksternal.
Lembaga pendidikan adalah organisasi yang didalamnya terhimpun bagian – bagian dan subbagian yang saling berhubungan. Setiap unit kerja yang terdapat dalam lembaga pendidikan harus bekerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya, kepala sekolah berhubungan dengan para guru. Bagian kepegawaian berhubungan dengan kenaikan pangkat dan jabatan para pekerja, dan sebagainya. [3]
b.     Prinsip – Prinsip Organisasi
Menurut Prajudi Atmosudirodjo, ada sebelas prinsip organisasi, yaitu sebagai berikut :
*     Kesatuan komando
*     Pembagian Kerja
*     Keseimbangan antara tugas, tanggung jawab, dan kekuasaann
*     Prinsip komunikasi
*     Kontinuitas/ kesinambungan
*     Prinsip koordinasi
*     Saling asuh
*     Delegasi
*     Pengamatan,pengawasan,dan pengecekan
*     Asas tahu diri
*     Kehayatan

c.      Aspek – Aspek Organisasi
Aspek- aspek dalam organisasi adalah komponen-komponen yang harus ada dalam suatu organisasi keberadaan komponen ini sebagai pilar dari suatu organisasi. Artinya jika salah satu komponen organisasi tidak berfungsi, maka organisasi akan berjalan pincang atau sama sekali tidak berjalan. Dalam pandangan system organisasi mengalami entrophy, yaitu kondisi dimana organisasi dikategorikan hancur.
Mengungkapkan bahwa organisasi setidaknya harus memiliki empat komponen utama yaitu : mission ( misi ), goals ( tujuan – tujuan) ,objectives ( sasaran – sasaran), dan behavior ( perilaku ). Keempat komponen ini digambarkan sebagai berikut:[4]
 






d.     Bentuk – Bentuk Organisasi
Dilihat dari pola-pola hubungan kerja, wewenang, dan tanggung jawab para anggota organisasi, organisasi dapat dibedakan menurut bentuknya, yaitu sebagai berikut :
a)     Organisasi Garis ( Line Organization )
Organisasi garis adalah suatu bentuk organisasi yang memandang dan menerapkan sumber wewenang tunggal. Segala keputusan/kebijaksanaan dan tanggung jawab berada pada satu tangan, yaitu berada pada kepala eksekutif. Dalam organisasi garis,bawahan hanya mengenal satu pimpinan dan menerapkan system satu komando dan kekuasaan absolute pada pimpinan pusat. Pimpinan organisasi memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada bawahannya.
b)     Organisasi staf
Organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan, baik berupa pikiran maupun bantuan yang lain demi kelancaran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan. Bentuk ini tidak mempunyai garis komando ke bawah/ke daerah-daerah.
c)     Organisasi Lini dan Staf
Organisasi lini dan staf diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasi system garis dan staf diterapkan dalam organisasi yang besar dan memiliki jumlah staf yang banyak. Staf yang dimaksudkan adalah orang yang memiliki keahlian tertentu yang bertugas member saran atau nasehat dalam bidangnya masing – masing kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi tersebut.
d)     Bentuk Fungsional
Organisasi fungsional pertama kali diciptakan oleh Taylor. Ciri penting dari organisasi fungsional adalah pimpinan yang tidak memiliki bawahan yang “ jelas”. Setiap atasan dapat melakukan intruksi kepada semua bawahan sepanjang sesuai wewenang dan tanggung jawabnya dan yang paling penting masih berada di bawah naungan organisasi yang dimaksudkan.

e)     Bentuk Panitia ( Committee )
Yaitu : Organisasi yang bersifat khusus dibentuk dalam melaksanakan kegiatan tertentu.[5]
e.     Sifat – Sifat Organisasi
a)     Organisasi Formal
Cirri – cirri organisasi yang sifatnya formal, adalah sebagai berikut ;
Ø  Seluruh anggota organisasi diikat oleh suatu persyaratan formal sebagai bukti keanggotaannya
Ø  Kedudukan, jabatan, dan pangkat yang terdapat dalam organisasi dibuat secara hierarkis dan pyramidal yang menunjukkan tugas, kedudukan, tanggung jawab, dan wewenang yang berbeda – beda.
Ø  Setiap anggota yang memiliki jabatan tertentu secara otomatis memiliki wewenang dan tanggung jawab yang membawahi jabatan anggota di bawahnya.
Ø  Hak dan kewajiban melekat sepenuhnya pada anggota organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
Ø  Pelaksanaan kegiatan diatur menurut jabatannya masing – masing.
Ø  Seluruh kegiatan direncanakan secara musyawarah mufakat dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.
Ø  Hubungan kerja sama dilakukan menurut tingkatan jabatan structural yang jelas yang berimplikasi secara langsung pada perbedaan penggajian dan tunjangan masing – masing anggota organisasi.
Ø  Adanya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang merupakan system kinerja organisasi.
b)     Organisasi Informal
Walaupun sulit mengidentifikasi keberadaannya secara kasat mata, namun keberadaan organisasi informal ini dapat dilihat dari tiga karakteristik, yaitu norma perilaku, tekanan untuk menyesuaikan diri, dan kepemimpinan informal. Norma perilaku dalam standar perilaku yang diharapkan menjadi perilaku bersama yang ditetapkan oleh kelompok ( orang – orang dalam organisasi ) dalam sebuah kesepakatan social, sehingga  sangsinya pun sangsi social. Kepemimpinan informal dalam organisasi informal menjadi salah satu komponen yang kuat mempengaruhi orang – orang di dalam organisasi, bahkan memungkinkan melebihi pengaruh pemimpin organisasi formal.
f.      Struktur Organisasi Dalam Pendidikan
Menurut E.Kast dan James ( 1974 ) struktur diartikan sebagai pola hubungan komponen atau bagian suatu organisasi. Struktur merupakan system formal hubungan kerja yang membagi dan mengkoordinasikan tugas orang dan kelompok agar tercapai tujuan. Pada struktur organisasi tergambar posisi kerja, pembagian kerja, jenis kerja yang harus dilakukan, hubungan atasan dan bawahan, kelompok, komponen atau bagian, tingkat managemen dan saluran komunikasi. Suatu struktur organisasi menspesifikasi pembagian kegiatan  kerja dan menunjukan bagaimana fungsi atau kegiatan kerja dan menunjukkan kegiatan yang berbeda. Menurut Stoner ( 1986 ) struktur organisasi dibangun oleh lima unsure yaitu :
a.      Spesialisasi aktivitas
b.     Standarisasi aktivitas
c.      Koordinasi aktivitas
d.     Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan
e.      Ukuran unit kerja[6]
Sedangkan struktur organisasi menurut The Liang Gie dalam bukunya Musyfirotun Yusuf, menerangkan sebagai berikut :
·       Besarnya organisasi yang bersangkutan, pembagian isi dalam satuan organisasi
·       Saluran – saluran perintah dan tanggung jawab dari pucuk pimpinan sampai ke bawah, dan hubungan – hubungan yang ada diantara saluran – saluran organisasi
·       Perincian dan batas – batas tugas setiap satuan organisasi
·       Jabatan – jabatan yang terdapat pada organisasi tersebut dan bila perlu  berikut nama pejabatnya masing – masing beserta pangkat dan potretnya.[7]
Contoh struktur organisasi salah satu SMP/SMA  pendidikan nasional dapat dilihat berikut ini :




 










g.     Prinsip – Prinsip Pengorganisasian
Pengorganisasian di maksudkan agar masing – masing unit menyadari kedudukan, fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya, namun mereka bersatu dalam satu wadah bersama untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di antara prinsip – prinsip pengorganisasian adalah sebagai berikut :
a)     Masing – masing unit mempunyai kesadaran tinggi untuk sanggup menerima tujuan yang telah ditetapkan sehingga semua kegiatan setiap unit diarahkan ke tujuan bersama tersebut.
b)     Struktur organisasi harus sederhana agar jalur kerja dan jalur hubungan Nampak jelas
c)     Pembuatan struktur organisasi harus menggambarkan adanya satu perintah.
d)     Pembagian organisasi ke dalam bidang atau unit harus di atur sedemikian pas sehingga tidak ada unit yang tanpa tugas.


C.    Penutup
Organisasi adalah suatu system interaksi antar orang yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi, dimana system tersebut memberikan arahan perilaku bagi anggota organisasi. Pandangan organisasi saat ini tidak lagi sebagai mesin birokrasi, tetapi sebagai system social. Sekolah sebagai suatu organisasi juga dipandang sebagai system social yang terbuka terhadap lingkungan organisasi. Hal terakhir dalam makalah ini kami menyimpulkan bahwa organisasi dalam pendidikan bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien dengan dibuatnya struktur organisasi, pembagian tugas, dan lain – lain.


Daftar Pustaka
Hikmat, 2009.  Managemen Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia
Yusuf,  Musyfirotun. 2008. Managemen Pendidikan, Pekalongan : STAIN PRESS
Fattah, Nanang. 2004. Landasan Managemen Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosydakarya
S, Sudjana. 2004. Managemen Program Pendidikan. Bandung : Falah Production
Arikunto, Suharsimi. 1993.  Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,
 Jakarta : Raja Grafindo Persanda, 1993
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2011. Managemen Pendidikan, Bandung : Alfabeta


MAKALAH
Organisasi Dan Struktur Dalam Pendidikan
Disusun untuk memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Managemen Pendidikan
Dosen Pengampu :  Labib Sajawandi M. Pd


 








Disusun Oleh :
Eka Nur Khasanah
Puji Ayu M.A
202 109 143
202 109 405
Laela Rizqi
Muh.Imam Hizrian
Nur Alfiah Salma
Muhammad Hadiyan
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
( STAIN ) PEKALONGAN
2011
 
Uswatun Baroroh
202 109 100
202 109 112
202 109 117
232 108 325
232 108 311





[1]Hikmat, Managemen Pendidikan, (Bandung : Pustaka Setia, 2009),h. 177
[2] Sudjana S. Managemen Program Pendidikan. ( Bandung : Falah Production, 2004), h.113
[3] Opcit. Hal 178
[4] Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Managemen Pendidikan, Bandung : Alfabeta, 2011, h.70
[5] Hikmat hal. 183-187
[6] Nanang Fattah, Landasan Managemen Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosydakarya Bandung, 2004, h.73
[7] Musyfirotun Yusuf, Managemen Pendidikan, Pekalongan : STAIN PRESS, 2008, h.45-46

Tidak ada komentar:

Posting Komentar